SYARIAHPEDIA.COM – Perusahaan pembiayaan syariah atau disebut lembaga finance syariah atau leasing syariah termasuk salah satu jenis Institusi Keuangan Non-Bank (IKNB). Perusahaan pembiayaan syariah pertama hadir di Indonesia pada tahun 2005, yaitu PT Amanah Finance dan diikuti oleh PT Al-Ijarah Indonesia Finance pada tahun 2006. Hingga Desember 2021, telah berdiri 33 lembaga pembiayaan syariah yang terdiri dari 5 perusahaan yang full syariah (full fledge) dan 28 berbentuk unit usaha syariah dengan jumlah aset mencapai Rp 16.7 triliun. Pengertian Perusahaan Pembiayaan Syariah adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan untuk pengadaan barang atau jasa berdasarkan prinsip syariah. Landasan Hukum Landasan hukum berdirinya lembaga pembiayaan syariah adalah berdasarkan peraturan yang dikeluarkan oleh BAPEPAM-LK yakni peraturan Nomor: PER-03/BL/2007 Tentang Kegiatan Perusahaan Pembiayaan Berdasarkan Prinsip Syariah dan Peraturan Nomor: PER-04/BL/2007 tentang Akad-Akad ya...
Ketika belajar analisis laporan keuangan, anda pasti tidak asing dengan istilah NET INCOME. Net income seringkali digunakan sebagai dasar untuk melakukan analisis profitabilitas perusahaan. Sesuai namanya, net income dalam Bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai LABA BERSIH atau dalam bahasa keuangan adalah LABA SETELAH PAJAK DAN BUNGA. Banyak para pemula yang baru belajar analisa laporan keuangan, masih bingung melihat letak net income di laporan keuangan. Pada pos ini kita akan mempelajari letak net income di laporan keuangan, karena di laporan keuangan terdiri dari beberapa komponen laba, sehingga anda harus bisa mengetahui yang mana net income di laporan keuangan perusahaan. [Anda yang ingin belajar analisis laporan keuangan lengkap, dan bedah laporan keuangan sampai ke interpretasi analisa2 laporan keuangan komplit, anda bisa dapatkan materinya disini: CARA MENCARI NET INCOME DI LAPORAN KEUANGAN Sekarang kita akan masuk ke cara mencari net income di laporan keuangan. Di pos ...
SYARIAHPEDIA.COM – Salah satu sarana pengelolaan risiko likuiditas perbankan syariah adalah melalui pasar uang antar bank berdasarkan prinsip syariah. Bank Indonesia telah mengeluarkan peraturan No.17/4/PBI/2015 tentang Pasar Uang Antar Bank Berdasarkan Prinsip Syariah. Pasar Uang Antarbank Berdasarkan Prinsip Syariah atau disingkat PUAS adalah kegiatan transaksi keuangan jangka pendek antarbank berdasarkan prinsip syariah baik dalam rupiah maupun valuta asing. PUAS bertujuan untuk menjaga likuiditas bank syariah, terutama untuk memenuhi kewajiban Giro Wajib Minimum (GWM) yang ditetapkan oleh BI. Peserta PUAS Peserta PUAS adalah Bank Umum Syariah (BUS) dan Unit Usaha Syariah (UUS), dan Bank Umum Konvensional (BUK). Pada saat penerbitan Instrumen PUAS: BUS dan UUS dapat melakukan penempatan dana atau penerimaan dana. BUK hanya dapat melakukan penempatan dana. Dalam melakukan transaksi di PUAS, peserta PUAS dapat menggunakan Perusahaan Pialang. Perusahaan Pialang hanya dapat mela...
Komentar
Posting Komentar